Sabtu, 20 Desember 2008

REBUTAN CIUM HAJAR ASWAD


Ribuan peziarah berjuang untuk bisa mendekati dan mencium Hajar Aswad di Kabah Mekah, Arab Saudi, Minggu (30/1. Hajar Aswad merupakan satu dari tiga lokasi di Kabah paling disukai para peziarah.

CALON HAJI CILIK


Seorang calon haji cilik yang kelelahan "membonceng" troli ayahnya bergerak bersama ribuan jemaah haji lainnya dari Mekah menuju Mina, Arab Saudi, Sabtu (6/12). Jutaan jemaah haji mulai berkumpul di Mina dengan berpekaian ihram untuk melakukan Wukuf di Arafah. (FOTO ANTARA/pandu dewantara)

TKW "SELAMATKAN LIDAH" CALON HAJI INDONESIA

TKW "Selamatkan Lidah" Calon Haji Indonesia
Makkah, Arab Saudi (ANTARA News) - Para Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia yang mengadu nasib di Tanah Haram Kota Makkah, Arab Saudi, banyak yang menjual makanan, sehingga bisa memenuhi selera lidah jemaah asal Indonesia.Mereka menjajakan aneka makanan khas Indonesia di depan pemondokan (maktab) dengan harga "miring" rata-rata satu Riyal per kemasan/bungkus.Seperti yang terjadi Rabu, saat mereka tiba, langsung dikerubuti pembeli baik jemaah laki-laki maupun perempuan, guna lebih dulu mendapatkan makanan tersebut.Hal itu karena selama di Arab Saudi setelah jemaah menerima biaya hidup, harus mencari sendiri makanan harian sesuai selera. Para jemaah selain memasak sendiri, ada pula yang membeli makanan jadi, baik yang dijajakan TKW maupun ke warung-warung makanan tau memesan untuk diantarkan ke maktab.Sedangkan jemaah yang sempat membawa beras, misalnya lima kilogram per orang dalam regu, persediaanya masih banyak karena memasaknya pun sesekali karena peralatan di dapur kurang mencukupi, dan waktu lebih banyak digunakan untuk ibadah.Seorang TKW asal Kalirejo, Lampung Tengah, Hayatun (50), salah satu yang aktif berjualan di sudut maktab 15 No.683, baik pagi, siang, maupun malam, karena rumah majikan tempatnya bekerja dekat Masjidil Haram.TKW yang sudah lebih dari delapan tahun bekerja di Arab itu menyebutkan, jika musim haji datang mereka dibolehkan majikannya untuk berdagang."Kalau musim haji begini kami boleh berdagang, selain mencari tambahan penghasilan juga membantu jemaah asal Indonesia. Kasihan mereka kalau tidak ketemu makanan Indonesia," katanya.Menu makanannya pun sudah dipersiapkan dengan cara dibungkus plastik, seperti bubur kacang hijau, nasi putih, ikan asin, ikan goreng, sayur bening bayam, sayur asam, sayur tumis kangkung dan pare, sambal goreng, dan lainnya, semuanya satu Riyal per bungkus.TKW asaal Madura, Jawa Timur, Tuta memilih jualan tangkai bunga kurma dan rumput fatimah, sedangkan suaminya berjualan buah tangan seperti jilbab, tasbih, gelang, cincin, farfum dan lainnya.Sementara seorang warga Arab asal Jawa Barat, juga ada yang membuka Rumah Makan Khas Indonesia, di kompleks pemondokan jemaah haji asal berbagai daerah seperti Lampung, DKI, Sumsel, Jawa Barat, dan Jawa Timur di Kawasan Syauqiah sekitar 7-10 kilometer dari Masjidil Haram.(*)

TIPS IBADAH HAJI

Tips Bugar Saat Ibadah
Latihan jalan sebelum berangkat (jika mampu minimal 7 km, seminggu satu kali)
Kurangi kegiatan yang tak perlu
Istirahat dan tidur cukup
Makan bergizi dan teratur
Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air
Tips hindari sakit Batuk
Bawa pakaian hangat
Gunakan penghangat leher
Bawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air
Jangan minum dingin
Tips hindari Influenza
Imunisasi
Jaga kebersihan
Istirahat cukup
Makan buah dan sayur
Pakai masker

Tip menahan dingin
Siapkan pakaian hangat di tas tentengan
Pakai baju hanoman
Pakai krim pelembab
Sering minum
Banyak makan buah
Tips barang bawaan
Alas kaki
Kantung kain untuk menyimpan alas kali, payung, dsb
Kantung kain untuk membawa batu kerikil saat lempar jumrah
Semprotan air
Kaca mata hitam pakai tali pengikat di leher
Masker
Handuk kecil
"Topi Joshua"
Tas ransel
Peniti
Alat tulis
Buku
Tustel
Krim pelembab
Tips Membawa Barang
Barang bawaan maksimal 35 kg
Barang yang dipakai di perjalanan masukkan ke tas tentengan
Jangan membawa barang-barang yang terlarang
Ikat koper dengan rapi
Tandai koper dengan tanda tertentu

Awas copet
Kawasan sekitar Masjidil Haram, ada tiga titik rawan yang harus diwaspadai para jamaah karena rawan kecopetan:
Daerah sekitar pelataran masjid
Seputaran Ka'bah dan
Tempat Tahalul (Marwah).
Tips Saat Tawaf Qudum
Saat Tawaf qudum (selamat datang) dilakukan tak lama setelah jamaah tiba di Makkah. Karena masih lelah setelah perjalanan, dan banyak jamaah yang belum mengenali lokasi akibatnya banyak yang tersesat, maka usahakan membuat kelompok kecil dan jangan sampai terpisah.
Tips Agar tak Tersesat
Hafalkan lokasi pondokan
Catat nomor telepon dan atau alamat pondokan dan dibawa saat meninggalkan pondokan
Berangkat dengan rombongan
Bila terpisah dari rombongan, ikut rombongan jamaah RI lainnya
Cari petugas haji
Bawa tanda pengenal
Jamaah yang yang berusia lanjut (lansia) lebih baik didampingi oleh yang lebih muda.

Tips masuk masjid agar tak tersesat
Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat
Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya
Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat.
Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama.
Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu.
Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.
Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab.

Tips Mencium Hajar Aswad
Ambil waktu yang kondisi sekitar ka'bah tidak terlalu padat
Pastikan fisik kuat
Jangan bawa barang berharga
Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat
Jangan gunakan joki
Tidak lama-lama
Hindari menyakiti sesama jamaah
Tips Tawaf dan Sai`
Hafalkan do'a-do'a singkat, jangan disibukkan dengan catatan
Berangkat dalam rombongan
Makan sebelum berangkat
Buat kelompok kecil
Sepakati lokasi pertemuan
Hindari waktu padat
Pindah ke lantai dua dan tiga jika padat

Tips Menyimpan Uang
Tukarkan dengan uang pecahan
Jangan letakkan uang di satu tempat
Jangan buka dompet di tempat umum
Titipkan di safety box jika banyak
Ke masjid bawa uang secukupnya
Tips di Pondokan
Mandi 2-3 jam sebelum waktu shalat
Jangan naik lift sendiri
Simpan barang di tempat aman
Matikan peralatan listrik jika pergi
Matikan peralatan masak jika pergi
Kenali lokasi pondokan dari jarak jauh maupun dekat
Buat denah pondokan

Kebugaran saat ibadah haji
Makan makanan yang mengandung gizi seimbang, banyak serat dan tak banyak mengandung lemak.
Istirahat yang cukup. Para calon haji, kalau sudah berada di Masjidil Haram, inginnya terus-menerus melakukan ibadah tanpa memikirkan istirahat. Hal ini bisa menyebabkan jamaah haji jatuh sakit.
Olahraga ringan setiap pagi

Tip Shalat di Masjid Nabawi
Gunakan pakaian hangat ketika berangkat
Datang setelah pukul 03.00 (pk 03.00 masjid baru dibuka)
Hindari shalat di pelataran masjid
Ingat nomor rak sandal
Tips nyaman beribadah
Jangan tergantung pembimbing
Mantapkan tata cara berhaji
Hafalkan doa-doa
Buat kelompok kecil

Sumber : www.republika.co.id

Jumat, 12 Desember 2008

JUALAN GADO-GADO DI MEKAH


Seorang pedagang makanan asal Indonesia "Mukimin" (warga Indonesia yang lama bermukim di Arab) menarik perhatian beberapa jemaah haji karena menjual gado-gado seharga 5 Riyal (Rp.15.000) sepiringnya di Mekah, Arab Saudi, Rabu (11/12).(FOTO ANTARA/pandu dewantara)

JUTAAN JEMAAH HAJI MENINGGALKAN JAMARAT







Jutaan jemaah haji dari seluruh penjuru dunia meninggalkan Jamarrat (tempat melempar jumroh) usai melempar Jumroh di Mina, Mekah, Arab Saudi, Rabu (11/12).(FOTO ANTARA/pandu dewantara)

MEKAH MINA MACET TOTAL

Jalan Mina menuju Mekah dari berbagai jalur dipadati kendaraan yang membawa jemaah haji yang akan melaksanakan tawaf Wada` di Masjidil Haram Mekah. Sebagian jemaah haji, terutama haji domestik, telah melaksanakan tawaf Ifadlah dan sai haji sebelum mengakhir tingal di Mina dengan nafar awal.Seperti diberitaka harian Al-Watan edisi Kamis, 11 Desember hari ini, kepadatan jalanan menuju Mekah terjadi hingga malam hari. Bus-bus dan kendaraan kecil tak bisa bergerak karena jalanan yang padat dan macet. Tanpak 10.000 aparat kepolisian diterjunkan untuk mengatur dan mengamankan lalu lintas jemaah haji kali ini.Diperkirakan 60% lebih jemaah haji telah meningglkan Mina melalui nafar awal kemarin. Hari ini tersisa sekitar 40% jemaah haji yang mengikuti nafar Sani yang sebagian besar diikuti jemaah haji Asia Tenggara, Asia Tengah dan Turki.