Sabtu, 23 Mei 2009


SALAH SATU SUDUT KA'BAH

Salah satu sudut Ka'bah (katanya tempat Sayyidina Ali lahir). Selalu banyak orang yang ingin menyentuh Ka'bah, entah untuk berdoa, meratap dan merenung, banyak pula yang menangis dan meraung-raung. Tentu saja semua boleh, tapi jangan harap terlalu berlebihan. Selalu saja ada penjaga (asykar) yang melerai dan menghardik (bahkan memukul dengan pentungan) agar jamaah tidak terlalu berlebihan. Saya duga ini karena pandangan Wahabi yang melatarbelakangi kerajaan Saudi, karena mereka tidak setuju dengan cara-cara yang cenderung menuju pengkultusan tempat atau benda seperti ini.

BPIH 2009 Diumumkan Sebelum Pilpres

Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengatakan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2009 segera diumumkan paling lambat sebelum pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 8 Juli 2009."Secepatnya akan kita umumkan sebelum pilpres dan mudah-mudahan presiden tidak terganggu untuk segera menandatangani," ujarnya usai menghadiri Milad ke-81 dan Rakernas ke-2 Persatuan Tarbiyah Islamiyah di Jakarta, Sabtu (23/5)Menag mengatakan, satu-satunya kendala untuk segera mengumumkan BPIH karena maskapai Saudi Arabian Airlines belum memberikan kepastian besaran biaya transportasi jemaah haji ke tanah suci.Kemungkinan besar BPIH tahun ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya karena adanya perluasan halaman Masjidil Haram yang mengakibatkan ribuan gedung terpaksa dibongkar.Adanya gedung tersebut mengakibatkan naiknya biaya pemondokan ketika jemaah berada di Mekkah, katanya."Kita tidak ingin menaikkan, tapi kalau dari sana sudah naik mau diapakan," ujarnya.Terkait dengan pernyataan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyatakan BPIH tahun ini bisa diturunkan sekitar 15 persen dari tahun 2008, Menag mengatakan pemerintah tidak mengambil untung sedikit pun dari rakyatnya."Pemerintah ini nirlaba, satu sen pun diambil itu haram. Kalau ICW bisa mendapatkan rumah lebih murah dari yang saya dapatkan, sisanya silakan ambil," ujar Maftuh.

Mesir Karantina Jemaah Haji Karena Flu Babi

Menteri Kesehatan Mesir memperingatkam warganya yang akan menunaikan haji akan dikarantina sekembalinya drai Arab Saudi untuk menhhindari penyebaran Flu Babi di negaranya.Dalam sebuah wawancara dengan harian independen Mesir, Al-Masry al-Youm, Menteri Kesehatan Mesir Dr. Hatem al-Gabali mengatakan bahwa dalam beberapa tahun sebelumnya pernah terjadi ribuan jemaah haji Mesir sakit setelah pulang dari haji.Meskipun di Arab Saudi dan Mesir tidak memiliki kasus flu babi, namun sebagian dari sekitar 3 juta umat Islam dari seluruh dunia yang hadir dalam melaksanakan haji tersebut akan akan yang terinfeksi.Menurut Al-Gabali, karantina adalah pilihan konsep yang belum menjadi keputusan resmi. Sebab, haji merupakan ibadah sekali seumur hidup. Demikian seperti diberitakan AP edisi Rabo, 20 Mei lalu.

Kamis, 09 April 2009

HANYA 307 KBIH YANG AKAN DIBERI IZIN

Jakarta (MCH). Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama Jawa Barat hanya akan memberikan perpanjangan ijin operasional kepada 307 KBIH dari jumlah sebelumnya sebanyak 338 KBIH. Menurut Kanwil Depag Jabar, jumlah itu merupakan KBIH yang sudah dinyatakan lolos registrasi dan akreditasi."Dari 307 KBIH tersebut, selanjutnya akan direkomendasikan ke Depag RI untuk mendapatkan perpanjangan izin operasional. Untuk 21 KBIH lainnya, tidak mendapatkan perpanjangan izin karena diketahui tidak aktif lagi," kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji, Zakat, dan Wakaf Kanwil Depag Jabar, H. Iding Samarkondi.Menurutnya, proses untuk meloloskan KBIH berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian. Proses dimulai dari registrasi (daftar ulang) KBIH dengan menyertakan kinerjanya selama empat tahun terakhir. Selanjutnya, diadakan proses akreditasi atau penilaian seperti lembaga pendidikan."Nanti setiap KBIH mendapatkan akreditasi A, B, C atau D, sesuai dengan penilaian yang dilakukan oleh tim akreditasi KBIH dari Kandepag kabupaten/kota. Sementara kami dari Kanwil tergabung dalam tim monitoring akreditasi KBIH. Yang dilihat tentunya selain lokasi, fasilitas berikut kinerja yang telah dilakukan selama ini," paparnya.Menurutnya, sebanyak 338 KBIH yang ada di Jabar telah habis izin operasionalnya sejak akhir tahun lalu. Bahkan, ada beberapa KBIH yang sudah habis masa izin operasionalnya sejak tiga tahun terakhir. "Dengan kondisi itu, maka pihaknya saat ini belum ada rencana untuk mengeluarkan izin pendirian KBIH baru di Jabar," tegas Iding kepada PR.Ia menjelaskan, dengan 307 KBIH sepertinya masih cukup untuk menangani kuota haji Jabar yang berjumlah 37.363 orang. Meski demikian, Depag Jabar masih memperbolehkan para KBIH yang sudah habis masa izin perpanjangan operasionalnya untuk melakukan bimbingan manasik haji kepada para calon jemaah haji. (Nashir M)

KECELAKAAN JEMAAH UMRAH

Jakarta (MCH). Empat jemaah umrah asal Malaysia dan seorang warga Indonesia meninggal dunia karena kecelakaan di Madinah. Menurut Kantor Berita Malaysia Bernama, kecelakaan terajdi saat bus yang mereka naiki mengalami kecelakaan di Bir Ali, Madinah, Arab Saudi, semalam.Jemaah Malaysia yang meninggal dalam kejadian itu adalah Mohamad Ali Borhan, 68, dari Melaka, Rozita Jamaludin, 43, dari Perak, Sam Mad Saman, 60, dari Selangor dan Abdul Jalil Ahmad, 66, dari Negeri Sembilan. Tak dijelaskan nama jemaah umrah Indonesia yang wafat.Menurut jurubicara Kedutaaan Besar Malaysia di Madinah, semua jenazah akan dikebumikan di Madinah selepas selesai proses dokumen. "Dokumen semua korban diambil polis Madinah. Selepas semua proses selesai jenazah akan dikebumikan di sana. Konsulat Malaysia di sana akan mengurus jenazah itu," kata juru bicara itu.Kejadian pada hari Rabo, pukul 8.30 pagi itu juga melukai seorang warga Malaysia, Rohani Aziz, 55. Kini ia dirawat di RS Besar Meeqat, Madinah dan dilaporkan berada dalam keadaan stabil.Tiga belas lagi anggota rombongan itu selamat dan kini berada di hotel penginapan mereka di Hotel Jawharat Fairus, Madinah.Rombongan yang baru tiba di Jeddah dari Malaysia itu dikatakan dalam perjalanan menuju Madinah untuk melaksanakan ziarah, sebelum melaksanakan ibadah umrah. (MH)

Senin, 16 Maret 2009

Pembangunan Rel KA Cepat Mekah-Madinah Dimulai

Jakarta (MCH). Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menandatangani perjanjian pembangunan jalan kereta api Mekah-Madinah-Jeddah dengan biaya SR6,79 miliar yang dilaksanakan oleh konsorsium yang dipimin perusahaan raksasa Arab Saudi, Al-Rajhi. Penandatanganan dilakukan Menteri Keuangan Arab Saudi Dr. Ibrahim al-Assaf dan Menteri Transportasi Dr. Jabara Al-Seraisry dan dari pihak Al-Rajhi diwakili Sulaiman Abdullah Al-Rajhi, yang menjabat sebagai ketua konsorsium yang melibatkan kontraktor Al-Arrab dan 18 perusahaan Cina. Proyek ini adalah prakarsa Khadimul haramain untuk memudahkan transpotasi jemaah haji dan umrah. Jelur kereta api akan dibangun sepanjang 450 kilometer yang akan menghubungkan Mekah-Madinah dan Jeddah. Nantinya, kerea api yang dipergunakan adalah TGV (Prancis) yang emiliki kecepatan 320 kilometer perjam. Jarak tempuh Mekah-Madinah atau Jeddah-Madinah hanya sekitar 2 jam. Sementara perjalanan dari Bandara Raja Abdul Aziz Jeddah menuju kota suci Mekah ditempuh hanya dalam waktu 30 menit.Tahap pertama dari proyek ini akan mencakup persiapan tanah, pemangunan jembatan, dan terowongan. "Kami mempertimbangkan sebuah proyek besar dalam sejarah transportasi di Kerajaan Arab Saudi," kata Al-Seraisry. "Kereta berkecepatan tinggi tidak hanya akan mempersingkat durasi perjalanan tetapi juga menjamin kenyamanan penumpang," katanya seperti dikutip harian Arab News edisi Jumat, 5 Maret kemarin. Kereta api ini akan dikelola Saudi Railway Organization (SRO). Menurut Abdul Aziz Al-Hoqail, presiden SRO, proyek akan selesai pada pertengahan tahun 2012 dan uji coba operasi akan dilakukan untuk jangka waktu enam bulan sampai resmi diluncurkan pada bulan November tahun yang sama. "Kereta api peluru yang menghubungkan Mekah dan Madinah yang aman akan meluncurkan jemaah dan penumpang lain dengan nyaman. Kereta api tersebut akan dilengkapi sistem komunikasi terbaru," katanya.Investasi grup Al-Rajhi untuk proyek ini mencapai 63,75%, sementara konsorsium perusahaan Cina mencapai 21,25%. Alstom, perusahaan transportasi Perancis pembuat kereta api cepat TGV akan menawaran pilihan transportasi. "Kami sangat antusias mengenai proyek yang akan melayani jutaan peziarah ini," kata Samer MS Arafa, eksekutif Vice President Al-Arrab, mitra Al-Rajhi. Dia menambahkan bahwa perusahaan akan menyelesaikan proyek sesuai jadwal.